Posts tagged "Lumajang"

Keindahan Alam Gunung Bromo

    Gunung Bromo 01Gunung Bromo (dari kata: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Meter dari permukaan laut (dpl) dan mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Keadaan alam Gunung Bromo bertautan pula dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km. Gunung Btomo berada dalam empat lingkup Kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang.

    Gunung Pananjakan 03

    Gunung Bromo 02Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari untuk melihat matahari terbit. Untuk melihat matahari terbit, Anda dapat menaiki Gunung Pananjakan (bisa menggunakan kendaraan) yang merupakan gunung tertinggi di wilayah tersebut. Setelah selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Daerah kering yang diisi dengan pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput kering.

    Gunung Pananjakan 03Gunung Bromo 03Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda bisa menyewa kuda dengan harga sekitar Rp50.000,- sampai Rp70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih untuk berjalan kaki. Tapi, perlu dicatat bahwa berjalan tidak mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, dan debu terbang dapat membuat perjalanan semakin sulit.

    >Setelah Anda mencapai kaki Gunung Bromo, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo adalah 2392 meter dari permukaan laut (dpl), Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melihat keindahan lautan pasir dengan kuil di tengah.

    Gunung Bromo 04

    Gunung Bromo 05Asal usul Upacara Kasodo ini bermula sejak abad ke-15 di mana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini tidak memiliki anak dan karena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa-dewa gunung untuk diberikan anak. Dari permohonan mereka, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak ke 25 mereka untuk dilempar kedalam gunung berapi. Permintaan dewa inipun dilaksanakan sehingga menjadi tradisi sampai saat ini. Rakyat Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagai ucapan syukur atas panen yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih melimpah di musim selanjutnya.

    Meskipun penuh dengan bahaya, terdapat beberapa penduduk setempat yang mengambil resiko dengan naik dan turun ke kawah dalam upaya untuk mengambil kembali barang yang dikorbankan yang diyakini bisa membawa keberuntungan.

    Posted by admin - January 9, 2013 at 11:10 am

    Categories: Pergunungan   Tags: , , , ,

    Next Page »